Trending

Bunga Desaku sesi 4: Ketika Sapta Pesona Dijalankan, Arjasa Siap Jadi Ikon Wisata Unggulan

Dalam rangka meningkatkan geliat pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Bunga Desaku yang dilaksanakan di Desa Wisata Adat Arjasa pada 29–30 Agustus 2025.

Bunga Desaku merupakan agenda bulanan pemerintah daerah yang bertujuan membangun komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat maupun aparatur wilayah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat keberadaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mengimplementasikan konsep Sapta Pesona, yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Ibu Ning Ghyta Puspita, yang didampingi jajaran Bidang Pariwisata. Pada kesempatan tersebut, Ning Ghyta melakukan prosesi penyematan tanda kehormatan kepada LINMAS Pariwisata sebagai wujud penghargaan atas peran penting mereka dalam menjaga keamanan serta kenyamanan wisatawan di Desa Wisata Adat Arjasa. Hadir pula panitia Hyang Argopuro, penggiat pariwisata lokal, dan masyarakat yang turut mendukung terselenggaranya acara.

Acara berpusat di Balai Desa Arjasa, sebuah kawasan yang kaya akan tradisi dan budaya, serta memiliki keunikan tersendiri yang menjadi daya tarik wisata. Lokasi ini dipilih karena perannya yang strategis sebagai salah satu desa wisata unggulan di Kabupaten Jember.

Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat citra pariwisata Jember melalui pemberdayaan masyarakat desa wisata. Penyematan kepada LINMAS Pariwisata oleh Ketua Tim Penggerak PKK menjadi simbol implementasi Sapta Pesona, khususnya pada aspek keamanan, yang merupakan elemen penting dalam menjamin kenyamanan wisatawan. Selain itu, kegiatan ini juga meneguhkan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pariwisata yang aman, ramah, dan berdaya saing.

Acara berlangsung dengan serangkaian kegiatan, di antaranya prosesi penyematan, sesi foto bersama panitia Hyang Argopuro, serta pengarahan langsung dari Ketua Tim Penggerak PKK. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya memperhatikan aspek hospitality industry dalam pengelolaan pariwisata. Hal ini meliputi sikap ramah, pelayanan yang baik, serta penyediaan fasilitas yang layak demi kenyamanan wisatawan. Ia juga menyampaikan harapan agar Desa Wisata Adat Arjasa dapat mendunia, menjadi ikon kebanggaan, dan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pariwisata Jember.

Kegiatan Bunga Desaku membuktikan bahwa dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pelaku pariwisata lokal, sebuah desa dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan. Semangat gotong royong, kepedulian terhadap keamanan, serta penerapan prinsip hospitality industry diyakini akan membawa Desa Wisata Adat Arjasa semakin dikenal di kancah nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan ini, Ning Ghyta berharap masyarakat semakin termotivasi untuk menjaga kelestarian budaya dan alam, serta bersama-sama membangun pariwisata yang berkelanjutan. Bunga Desaku bukan hanya sekadar acara, melainkan langkah nyata untuk menjadikan Desa Wisata Adat Arjasa sebagai harapan besar dalam kemajuan pariwisata Jember ke depan.