DISPARBUD KABUPATEN JEMBER TINJAU POTENSI WISATA BUNGA RAFFLESIA ARNOLDI DI TAMAN NASIONAL MERUBETIRI DESA ANDONGSARI, KECAMATAN TEMPUREJO
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember melakukan kunjungan kerja ke Desa Andongsari, Kecamatan Tempurejo, pada hari Minggu, 5 Oktober 2025 dalam rangka peninjauan potensi wisata alam berupa tumbuhnya bunga Rafflesia Arnoldi yang banyak dijumpai di kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan potensi wisata berbasis alam dan konservasi yang ada di wilayah selatan Kabupaten Jember.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh perwakilan Disparbud Jember didampingi oleh Kepala Desa Andongsari, petugas Taman Nasional Meru Betiri, serta anggota Polisi Hutan (Polhut) yang bertugas di kawasan tersebut. Turut hadir pula beberapa tokoh masyarakat dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat, yang selama ini aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan pengembangan potensi wisata alam di desa mereka.
Dalam peninjauan tersebut, tim Disparbud meninjau secara langsung beberapa titik lokasi tempat tumbuhnya bunga Rafflesia Arnoldi, yang dikenal sebagai bunga langka dan dilindungi. Fenomena mekarnya bunga Rafflesia yang berukuran besar dan memiliki aroma khas inu dianggap sebagai potensi daya tarik wisata yang sangat bernilai, terutama bagi wisatawan pecinta alam, maupun wisatawan yang tertarik pada keanekaragaman hayati.
Menurut pernyataan kabid pariwisata, Deta Irama kegiatan ini merupakan langkah awal dalam menyusun rencana pengembangan paket wisata edukatif dan konservatif, yang mengangkat pesona Rafflesia Arnoldi sebagai ikon wisata baru di kawasan Tempurejo. Paket wisata tersebut nantinya akan dirancang dengan tetap memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan dan perlindungan flora endemik, sehingga pengembangan wisata tidak akan merusak ekosistem alami bunga tersebut.
“Rafflesia Arnoldi ini adalah aset luar biasa yang dimiliki Kabupaten Jember, khususnya di wilayah selatan. Kami berharap potensi ini dapat dikembangkan menjadi wisata edukasi dan konservasi yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, namun tetap menjaga keberlanjutan alam,” ujar Deta Irama.
Sementara itu, pihak Taman Nasional Meru Betiri juga memberikan penjelasan teknis mengenai habitat dan siklus hidup bunga Rafflesia Arnoldi yang hanya mekar pada waktu tertentu dan memerlukan kondisi lingkungan yang sangat spesifik. Oleh karena itu, dalam pengembangan wisata nantinya akan diterapkan sistem pemanduan resmi, agar wisatawan dapat menikmati keindahan bunga langka ini tanpa mengganggu ekosistemnya.
Dari hasil kunjungan tersebut, Disparbud Jember bersama pihak terkait akan melakukan pemetaan potensi wisata alam, termasuk penyiapan infrastruktur pendukung seperti jalur trekking, papan informasi edukatif, serta pelatihan bagi pemandu lokal. Selain itu, akan dikaji pula kemungkinan kerjasama promosi wisata antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan pengelola Taman Nasional Meru Betiri, agar wisata Rafflesia Arnoldi dapat dikenal lebih luas sebagai bagian dari program “Wonderful Jember”.
Dengan langkah ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember berharap Desa Andongsari dapat menjadi contoh nyata bahwa pelestarian alam dan peningkatan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola taman nasional, Jember terus berkomitmen mewujudkan visi “Jember Miniatur of Indonesia” dengan menghadirkan potensi wisata alam, budaya, dan edukasi yang berdaya saing dan berkelanjutan.
