Trending

Festival Dan Expo Sapi Jember 2025: Ajang Kebanggaan Peternak Dan Promosi Wisata Kebudayaan

Kabupaten Jember kembali menjadi pusat perhatian Jawa Timur melalui penyelenggaraan Festival dan Expo Sapi Jember 2025 yang berlangsung di Jember Sport Garden. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 1-2 November 2025 yang merupakan agenda besar yang menggabungkan sektor peternakan, ekonomi kreatif, dan pariwisata berbasis budaya lokal, sehingga menjadi momentum penting dalam memperkuat citra Jember sebagai kota miniatur di Indonesia

Acara tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional dan regional, diantaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Kehadiran para pejabat tinggi negara dan provinsi ini menjadi bukti nyata bahwa potensi peternakan Jember mendapat perhatian serius di tingkat nasional.

Festival dan Expo Sapi Jember 2025 bukan sekadar ajang pamer sapi unggulan, melainkan juga wadah edukasi, promosi, dan kolaborasi bagi peternak dari berbagai daerah. Beragam rangkaian kegiatan mulai dari festival kopi, festival kuliner serta lelang sapi unggulan menjadi daya tarik utama yang disambut antusias masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) berperan aktif dalam mengintegrasikan kegiatan ini dengan promosi wisata, agar potensi peternakan juga berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan pendapatan masyarakat. Kepala Disparbud Jember menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari konsep Agro-Ecotourism, yakni penggabungan antara peternakan, pertanian, dan pariwisata. Wisatawan yang hadir dapat belajar langsung mengenai proses pemeliharaan sapi unggulan.

Tak hanya menampilkan ternak, area expo juga memamerkan produk pakan ternak, inovasi teknologi peternakan, serta bazar kuliner khas Jember. Melalui keterlibatan UMKM kegiatan ini memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang menjadi pilar pengembangan pariwisata daerah. Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arah pembangunan provinsi berbasis agro maritim dan pertanian berkelanjutan. Emil menegaskan bahwa model festival seperti ini harus terus dikembangkan agar mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi peternak dan masyarakat sekitar.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember turut menghadirkan berbagai pertunjukan kesenian lokal seperti tari,musik tradisional patrol,, yang memperkaya suasana festival dan memperkuat karakter budaya daerah. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sektor budaya dapat berjalan beriringan dengan sektor ekonomi, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang.Melalui festival ini, Jember menunjukkan bahwa pembangunan sektor pariwisata tidak hanya berfokus pada destinasi, tetapi juga pada penguatan identitas daerah dan pemberdayaan komunitas lokal.