Disparbud Jember Siapkan Strategi Jangka Panjang Kembangkan Desa Wisata Bandealit Pasca Masuknya Listrik PLN
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember meninjau mengembangkan Desa Bandealit, Kecamatan Tempurejo, sebagai salah satu desa wisata berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Pasca masuknya jaringan listrik PLN pada bulan Juni lalu, Disparbud melihat momentum ini sebagai langkah strategis untuk membangun pondasi pariwisata berkelanjutan di wilayah selatan Jember.
Menurut pandangan Disparbud, kehadiran listrik membuka peluang besar untuk memperkuat sektor wisata alam, budaya, dan edukasi di kawasan yang berdekatan dengan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) tersebut. Dengan infrastruktur dasar yang semakin memadai, pengembangan fasilitas wisata kini dapat dilakukan lebih optimal, termasuk sarana wisata papan informasi di tiap titik lokasi pariwisata.
Ke depan, Disparbud Jember berencana menyusun rencana pengembangan jangka menengah yang mencakup tiga fokus utama: penguatan sumber daya manusia pariwisata, digitalisasi promosi, dan pengembangan produk wisata berbasis potensi lokal. Melalui kolaborasi dengan Pokdarwis Merdeka, pemerintah desa, serta pihak TN Meru Betiri, Disparbud akan mendorong terbentuknya paket wisata terpadu yang memadukan wisata alam, seni budaya, dan konservasi.
Selain itu, Disparbud juga menargetkan peningkatan daya tarik wisata edukatif, seperti pelatihan yg akan didiskusikan lebih lanjut bersama TN Meru Betiri dan pihak yang terkait. Konsep ini diharapkan tidak hanya menarik wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara yang tertarik pada keaslian budaya dan keindahan alam Jember bagian selatan.
Dengan sinergi lintas sektor dan semangat masyarakat yang tinggi, Disparbud optimistis Desa Bandealit akan tumbuh menjadi ikon wisata konservatif-edukatif Jember, sejalan dengan visi ‘Jember Miniatur of Indonesia’ yang menampilkan keragaman alam dan budaya dalam satu wilayah yang harmonis.