Gus Bupati Resmikan Kampung Durian di Desa Pakis dalam Rangkaian Bunga Desaku ke-6
Pemerintah Kabupaten Jember kembali melaksanakan program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa) yang kali ini memasuki pelaksanaan ke-6. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Pakis, Kecamatan Panti, dan menjadi momentum penting dalam upaya menggerakkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan kali ini adalah peresmian destinasi wisata baru bernama “Kampung Durian”, yang diresmikan langsung oleh Gus Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. Dalam sambutannya, Gus Bupati menyampaikan bahwa keberadaan Kampung Durian bukan hanya menjadi destinasi wisata baru di wilayah Jember bagian utara, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat desa melalui potensi pertanian dan wisata.
Kampung Durian Desa Pakis berdiri di kawasan yang secara geografis berada di lereng Pegunungan Argopuro, dengan kondisi tanah yang subur dan udara yang sejuk. Wilayah ini sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra penghasil durian unggulan di Kabupaten Jember. Dengan pengembangan kawasan wisata ini, pemerintah daerah berupaya memperkuat konsep agrowisata, yang tidak hanya menonjolkan keindahan alam tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal melalui kegiatan ekonomi kreatif dan usaha kecil menengah.
Melalui sinergi antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pakis, kawasan Kampung Durian kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang wisata. Mulai dari area sentra kuliner durian, spot foto alam, camping ground didepan aliran sungai.
Kegiatan Bunga Desaku ke-6 ini juga diisi dengan berbagai agenda tambahan, seperti sarasehan pelaku wisata dan ekonomi kreatif, pentas kesenian tradisional, serta penampilan tarian dari pelaku kesenian seperti reog, jaranan dan tarian 7 sumber mata air. Dalam kesempatan tersebut, Gus Bupati juga menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat Desa Pakis yang berperan aktif dalam menyiapkan kegiatan dan mengelola kawasan wisata ini.
“Pemerintah daerah akan terus mendukung upaya masyarakat dalam mengembangkan potensi desa. Harapan kita, Kampung Durian ini bukan sekadar tempat wisata musiman, tetapi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi warga sekitar,” ujar beliau.
Gus Bupati juga menegaskan bahwa melalui program Bunga Desaku, pemerintah ingin memastikan pelayanan publik dan pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke pelosok desa. Dengan kegiatan seperti ini, bupati dan seluruh perangkat daerah turun langsung untuk berdialog, mendengar aspirasi warga, sekaligus meninjau potensi yang bisa dikembangkan di setiap wilayah. Dengan peresmian Kampung Durian ini, Disparbud Kab.Jember kembali mempertegas komitmennya sebagai kawasan wisata agro unggulan di Jawa Timur. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku wisata, dan masyarakat diharapkan menjadi contoh keberhasilan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat yang berkelanjutan.
Kegiatan Bunga Desaku di Desa Pakis menjadi bukti nyata bahwa pendekatan pembangunan yang menyentuh langsung ke masyarakat mampu menghadirkan manfaat nyata. Tidak hanya meningkatkan sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat identitas desa, membuka peluang usaha baru, dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap potensi daerahnya sendiri.
