Ratusan tahun menjaga tradisi, disparbud jember kunjungi sanggar seni omah kuno
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember melaksanakan kunjungan kerja ke Sanggar Seni Omah Kuno Pokdarwis Merdeka, yang berlokasi di Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, pada hari Minggu, 5 Oktober 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pembinaan potensi warisan budaya lokal yang memiliki nilai historis serta peran penting dalam pengembangan pariwisata berbasis kebudayaan di wilayah selatan Kabupaten Jember.
Sanggar Seni Omah Kuno Pokdarwis Merdeka dikenal sebagai salah satu sanggar seni tertua di Kabupaten Jember yang masih aktif hingga kini, bahkan telah bertahan sampai generasi ketujuh. Sanggar ini menjadi wadah pelestarian berbagai kesenian tradisional Jawa, diantaranya seni jaranan, gamelan Jawa, serta topeng kayu kuno yang berasal dari tahun 1918 yg merupakan buatan MBAH SUJO yg merupakan pendiri Jaranan Budoyo Pangestu. Keaslian dan keunikan berbagai peninggalan seni tersebut tetap dijaga dengan baik oleh para seniman dan pengurus sanggar, sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian budaya leluhur.
Dalam kunjungan tersebut, Disparbud Jember didampingi oleh Kepala Desa Andongrejo, pengurus Pokdarwis Merdeka, serta para pelaku seni yang tergabung di dalam sanggar. Tim Disparbud melakukan peninjauan langsung terhadap kesenian jaranan mulai kegiatan latihan seni, koleksi gamelan, serta topeng kayu yang masih terawat dengan baik.
Pemain kesenian jaranan Budoyo Pangestu berjumlah 30 orang, yang terdiri dari 13 perempuan dan 17 laki-laki. Seluruh anggota rutin mengadakan latihan dan pementasan dalam berbagai acara baik di tingkat desa maupun kabupaten.
Keberadaan sanggar ini merupakan aset penting dalam penguatan jati diri budaya masyarakat Jember, sekaligus menjadi daya tarik wisata berbasis seni tradisional yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut. “Sanggar Omah Kuno ini bukan sekadar tempat latihan seni, tetapi juga penjaga warisan sejarah dan identitas lokal. Kami melihat semangat para generasi muda di sini sangat luar biasa dalam menjaga dan meneruskan tradisi,” ujar Kabid Pariwisata
Tim Disparbud juga berdialog dengan pengurus sanggar guna meninjau kesiapan Sanggar Seni Omah Kuno Pokdarwis Merdeka dalam menerima kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah awal pengembangan paket wisata edukasi seni dan budaya, di mana pengunjung tidak hanya dapat menikmati pertunjukan kesenian tradisional seperti jaranan, gamelan Jawa, dan topeng kayu, tetapi juga berkesempatan untuk belajar langsung proses pembuatan alat musik, memahami filosofi setiap tarian, serta berinteraksi dengan para seniman lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisata budaya di wilayah selatan Jember, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Jember sebagai destinasi wisata edukatif berbasis kearifan lokal yang mampu menarik minat wisatawan dari berbagai daerah dan negara.
Program kolaborasi dengan Pokdarwis akan diperkuat supaya kegiatan seni dapat terintegrasi dengan potensi wisata lokal, seperti paket wisata budaya dan edukasi yang mengangkat kekayaan tradisi masyarakat Tempurejo.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Merdeka menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. “Kami berupaya menjaga orisinalitas musik gamelan, gaya jaranan serta topeng yg dibuat dari tahun 1918 kami agar tidak hilang ditelan zaman. Setiap generasi di sanggar ini diajarkan bukan hanya menari dan bermain musik, tetapi juga memahami makna budaya di balik setiap gerakan dan nada,” ujarnya.
kegiatan ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember berharap agar Sanggar Seni Omah Kuno Pokdarwis Merdeka dapat terus menjadi pusat aktivitas seni yang produktif dan inspiratif, sekaligus menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata budaya berkelanjutan di wilayah Jember. Pelestarian nilai-nilai tradisional, sebagai wujud nyata dari visi “Jember Miniatur of Indonesia” yang memadukan keindahan alam, keberagaman budaya, dan kreativitas masyarakatnya.
