Wakil Menteri Pariwisata Kunjungi Desa Adat Arjasa untuk Dorong Potensi Wisata dan UMKM
Jember – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Luh Puspa, melakukan kunjungan kerja ke Desa Adat Arjasa, Kabupaten Jember, pada hari ini. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau potensi pariwisata, mengevaluasi pengelolaan desa wisata, serta mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan UMKM di Balai Desa Arjasa. Di lokasi ini, Wamen Pariwisata berdialog langsung dengan para pelaku usaha lokal mengenai berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari kualitas produk, strategi pemasaran, hingga tantangan yang mereka hadapi. “Kami ingin memastikan pelaku UMKM memiliki dukungan penuh dari pemerintah, baik dalam pelatihan, promosi, maupun akses pasar,” ujar Ni Luh Puspa.
Setelah itu, rombongan mengunjungi Situs Tirta Rajasa, sebuah destinasi bersejarah dan spiritual yang menjadi kebanggaan masyarakat Arjasa. Situs ini tidak hanya menjadi ikon budaya lokal, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Wamen Pariwisata menekankan pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya serta kebersihan dan kenyamanan bagi pengunjung.
Kunjungan dilanjutkan ke Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Wisata Citra Mandiri, yang mengelola fasilitas wisata di Desa Arjasa. Ni Luh Puspa memberikan apresiasi terhadap pengelolaan wisata berbasis kearifan lokal. Ia juga mendorong peningkatan kualitas layanan, inovasi produk wisata, serta pengembangan paket-paket wisata yang menarik, sehingga mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Agenda terakhir kunjungan berlangsung di Bin Cigar, sentra produksi cerutu lokal yang telah menembus pasar nasional bahkan internasional. Di lokasi ini, Wamen Pariwisata melihat langsung proses pembuatan cerutu, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan akhir. Ia memberikan penghargaan atas peran industri kreatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa, sekaligus menekankan pentingnya inovasi dan branding produk lokal untuk meningkatkan daya saing.
Dalam kesempatan tersebut, Ni Luh Puspa menegaskan komitmen Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk terus mendukung pengembangan desa wisata dan UMKM. Dukungan ini meliputi pelatihan peningkatan kapasitas, fasilitasi akses pasar, promosi produk lokal, hingga pembinaan manajemen usaha yang berkelanjutan.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat desa. Dengan sinergi tersebut, Desa Adat Arjasa diharapkan dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang berdaya saing tinggi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Para pemangku kepentingan juga menekankan perlunya keterlibatan masyarakat secara aktif dalam mengelola potensi wisata agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.
Dengan adanya perhatian langsung dari pemerintah pusat, masyarakat Desa Arjasa optimis dapat mengembangkan potensi lokal secara maksimal, memperkuat ekonomi kreatif, serta menjaga kelestarian budaya dan lingkungan. Desa Arjasa pun semakin dekat untuk menjadi model desa wisata yang berkelas nasional dan internasional.