Stand Jember Jadi Pusat Perhatian, Raih Juara Terbaik di Festival Dewi Cemara 2025
Festival Dewi Cemara 2025 sukses digelar pada 23–24 Agustus 2025 di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Festival yang berlangsung selama dua hari ini menjadi ajang besar pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif daerah. Sebanyak 38 kabupaten/kota di Jawa Timur turut serta memamerkan potensi wisata, budaya, dan produk unggulannya.
Festival Dewi Cemara, singkatan dari Desa Wisata Maju Mandiri Sejahtera, bukan sekadar ruang promosi desa wisata, melainkan juga sarana edukasi, pertukaran gagasan, serta wadah sinergi antardaerah dalam membangun pariwisata berkelanjutan. Rangkaian acaranya meliputi pameran desa wisata, pertunjukan seni budaya, talkshow dan sarasehan pengembangan pariwisata, tur virtual desa wisata, hingga kompetisi stand terbaik.
Kabupaten Jember tampil menonjol dengan menghadirkan stand terunik dan terheboh dalam Festival Dewi Cemara 2025. Tahun ini, Jember mengamanahkan Desa Wisata Sidomulyo, Kecamatan Silo, sebagai perwakilan resmi. Desain stand terinspirasi dari kubah Masjid Jami’ Jember, dengan bahan utama bambu yang menggambarkan tradisi lokal Rumah Atak, tempat pengeringan tembakau secara tradisional.
Stand Jember juga menggandeng berbagai UMKM lokal, di antaranya Kopi Ketakasi, Batik Bliera Sidomulyo, dan Batik Karimata. Tak hanya itu, ikon Desa Wisata Sidomulyo yaitu “Raja Domba” turut dibawa ke lokasi. Dua ekor domba berusia satu bulan dihadirkan sebagai atraksi wisata, sehingga pengunjung dapat berinteraksi langsung. Untuk menambah semarak, ikon kebanggaan Jember Jember Fashion Carnaval (JFC) juga ditampilkan sebagai bagian dari promosi budaya dan pariwisata daerah.
Pada hari pertama festival, stand Jember mendapatkan kunjungan istimewa dari Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso beserta jajarannya. Mereka terlihat antusias menyaksikan atraksi domba, bahkan ikut memberikan susu botol kepada dua domba yang menjadi ikon Sidomulyo. Momen ini menarik perhatian banyak masyarakat dan membuat stand Jember semakin ramai dikunjungi.
Dua domba yang dibawa Jember benar-benar menjadi daya tarik utama. Banyak pengunjung mencoba memberi susu menggunakan botol kepada domba, kemudian melanjutkan menikmati berbagai produk dalam stand. Antusiasme tinggi juga terlihat dari minat masyarakat terhadap produk-produk khas Jember, seperti topi batik dan kopi Ketakasi, yang laris dibeli pengunjung.
Kreativitas Jember dalam menghadirkan desain stand, ikon budaya, produk lokal, hingga atraksi wisata, berhasil memikat dewan juri. Pada akhir kegiatan, Kabupaten Jember pun berhasil meraih Juara Stand Terbaik Festival Dewi Cemara 2025.
Prestasi ini membuktikan bahwa Jember mampu mengangkat potensi lokal menjadi daya tarik pariwisata tingkat provinsi. Lebih dari sekadar promosi, partisipasi Jember memberikan dampak positif bagi branding pariwisata daerah serta peningkatan ekonomi kreatif masyarakat. Ke depan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember berkomitmen terus mendukung pengembangan desa wisata agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Dengan raihan ini, Jember semakin mempertegas posisinya sebagai daerah yang kaya akan potensi wisata berbasis budaya, kearifan lokal, dan kreativitas masyarakat.