Trending

PUNCAK FESTIVAL HYANG ARGOPURO KE-9 DITUTUP DENGAN PROSESI ADAT MENDHAK TIRTA

Hari ketiga Festival Hyang Argopuro ke-9 pada Minggu, 14 September 2025, kembali berlangsung meriah di Lapangan Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa. Pada tahun ini, Festival Hyang Argopuro mengusung tema “Mawar, Kenongo, Kanthil : Filosofi Dalam Harmoni Budaya”. Beragam pertunjukan seni, budaya, dan tradisi tersaji, tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk nyata upaya pelestarian kearifan lokal. Antusiasme warga maupun wisatawan kian meningkat, sehingga festival ini semakin mempertegas perannya sebagai sarana penguatan identitas budaya sekaligus pendorong pengembangan potensi pariwisata daerah.

Gelaran hari ketiga sekaligus menjadi puncak dari Festival Hyang Argopuro ke-9 ini dihadiri oleh Direkrut Bidang Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Sjamsul Hadi, S.H., M.M., dan Bupati Kabupaten Jember, Gus Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. Rangkaian acara pada puncak festival ini berlangsung dengan suasana lebih khidmat karena diwarnai dengan prosesi-prosesi adat yang sarat makna.

Pelaksanaan upacara adat dipimpin oleh Pandhito yang membacakan pranotocoro sebelum membuka upacara adat yang pertama yaitu Teatrikal Perang dan Penyerahan Pucuk Bakal. Prosesi tersebut adalah sebagai simbol pertemuan antara pasukan ksatria dengan para buto yang menggambarkan perjuangan masyarakat desa Arjasa di masa lalu untuk mengusir para buto (raksasa) yang membawa dampak buruk bagi pertanian warga.

Setelah prosesi upacara adat Teatrikal Perang dan Penyerahan Pucuk Bakal, Gus Fawait bersama Sjamsul Hadi diiringi oleh Pandhito melaksanakan kirab menuju Sendang Tirta Amertha Rajasa. Sendang Tirta Amertha Rajasa merupakan salah satu situs cagar budaya dan petirtaan suci peninggalan Hindu Jawa Kuno sekitar tahun 600 saka yang berada di Desa Arjasa.

Setelah sampai di Sendang Tirta Amertha Rajasa, Pandhito dan Puri Asih memimpin jalannya prosesi Mendhak Tirtha Manggala Hyang. Mendhak Tirta merupakan prosesi pengambilan air suci dari lereng Pegunungan Argopuro untuk pembersihan dan penyucian diri yang dipercaya membawa berkah bagi masyarakat. Pada prosesi ini diawali dengan berdoa terlebih dahulu kepada leluhur yang dilakukan oleh Pandhito dan Puri Asih. Selanjutnya prosesi Mendhak Tirtha dimulai dengan diawali oleh Ketua Lembaga Adat Desa yang mengambil air sedang dengan kendi yang dibawa oleh 20 penari bedoyo. Prosesi Mendhak Tirtha kemudian diakhiri dengan pembacaan doa, Larungan yang dilakukan oleh Bupati Jember, dan juga Ider Bumi yaitu ritual arak-arakan dari Sendang Tirta ke Lapangan Desa Arjasa.

Rangkaian prosesi adat pada puncak Festival Hyang Argopuro ke-9 tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur dan tradisi, tetapi juga memperkuat nilai spiritual serta kebersamaan masyarakat. Melalui penyelenggaraan festival ini, diharapkan warisan budaya lokal dapat terus terjaga sekaligus menjadi daya tarik pariwisata yang membanggakan Kabupaten Jember di tingkat nasional maupun internasional.