Spesial Hari Ekonomi Kreatif Nasional, Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Jember Kunjungi Pengrajin Kentongan Pak Sutaji
Hari Ekonomi Kreatif Nasional secara resmi diperingati setiap tanggal 24 Oktober yang ditetapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020-2024 (Menparekraf). Penetapan tersebut ditandatangani Menparekraf pada tahun 2023 bersama dengan Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif selaku Ketua Pokja penetapan Hari Ekonomi Kreatif Nasional.
Dalam rangka memperingati Hari Ekonomi Kreatif Nasional di tahun 2025, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember mengadakan kunjungan langsung ke sejumlah pelaku ekonomi kreatif lokal yang sudah banyak berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Disparbud Kabupaten Jember mengunjungi dua pelaku ekonomi kreatif lokal salah satunya yaitu Pengrajin Kentongan Pak Sutaji.
Pak Sutaji, seorang pengrajin kentongan yang berasal dari Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung ini sudah menjadi seorang pengrajin sejak tahun 1983. Beliau menjadi penerus dari ayahnya yang sudah merintis sebagai pengrajin kentongan pada sekitar tahun 1960 an. Sebagai generasi kedua pengrajin kentongan, Pak Sutaji memilih jalan berbeda dibanding ayahnya yang membuat kentongan untuk musik merpati. Pak Sutaji lebih memilih menjadi pengrajin kentongan untuk musik patrol. Menurutnya, membuat kentongan untuk musik patrol memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi karena mempunyai notasi yang lebih banyak dibanding membuat kentongan untuk musik merpati. Akan tetapi, meskipun membuat kentongan untuk musik patrol memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi, Pak Sutaji tetap memilih untuk membuat kentongan tersebut dengan feeling atau dengan perasaan. Pak Sutaji beranggapan dengan membuat kentongan menggunakan perasaan bisa membuat musik yang dihasilkan menjadi lebih bagus dan stabil.
Penggunaan bahan kayu dari pohon nangka sebagai bahan baku utama dalam pembuatan kentongan menjadi rahasia dari kualitas kentongan buah karya Pak Sutaji. Pemilihan kayu pohon nangka dipilih karena kayu pohon nangka terdapat tiga jenis yaitu halus, agak kasar, dan kasar sehingga dapat dipilah untuk mendapatkan suara yang maksimal.
Proses pembuatan yang rumit tersebut membuat kualitas dari kentongan Pak Sutaji menjadi terkenal dan diminati oleh banyak komunitas musik patrol di luar Jember seperti Madura, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Yogyakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Disparbud Kabupaten Jember sangat mengapresiasi karya dan perjuangan Pak Sutaji sebagai pelaku ekonomi kreatif lokal. Sehingga melalui kegiatan ini, Disparbud Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku ekonomi kreatif lokal untuk dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
